Bagi setiap orang yang bekerja pada sebuah perusahaan pasti pernah mengambil cuti atau jatah libur. Nah, tak terkecuali bagi Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid atau akrab dipanggil Gus Dur.
Namun demikian, ternyata Gus Dur punya pandangan lain terkait Cuti tersebut. Dalam sebuah kesempatan, Presiden yang terkenal humoris ini mengaku seorang Presiden tidak ada waktu untuk meliburkan diri atau cuti.
Sontak hal tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seorang Gus Dur yang kala itu menjadi Presiden mengatasi rasa lelah atau capek saat bekerja.
Cerita terkait ini berawal dari usulan cuti. Gus Dur ditanya tentang persoalan cuti seorang Presiden RI.
“Gus, menurut Anda, bagaimana tentang cuti ini?” tanya seorang wartawan kepadanya.
Dengan tegasnya, Gus Dur pun menjawab pertanyaan tersebut.
“Cuti? Waah, urusan negara teramat penting untuk ditinggal cuti oleh presidennya hanya karena lelah bekerja,” jawab Gus Dur.
Untuk kesekian kalinya, jawaban tersebut kembali mengundang tanya wartawan lainnya.
“Lalu bagaimana untuk mengatasi lelah bagi seorang Presiden kalau tidak ada cuti, Gus?” tanya wartawan lain.
"Kalau lelah, ya tidur saja tidak usah cuti segala,” jawab Gus Dur enteng.
Tak lama kemudian, ia kembali melanjutkan pernyataannya tersebut.
“Begini, waktu saya jadi Presiden, saya tidak pernah cuti. Kalau lelah ya tidur meski lagi sidang kabinet,” lanjut Gus Dur yang langsung disambut tawa oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya. (dwq)
